Minggu, 17 Januari 2016
Setelah lama gak ngepos, dinas malam hari ini dapat artikel tentang puisi Jendral.
Langsung berasa ada energi yang bangkit setelah baca puisi ini.
A Father's Prayer
by General Douglas MacArthur
Tuhanku, bentuklah putraku menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahui kelemahannya
dan berani menghadapi dirinya sendiri saat dalam ketakutan.
Manusia yang bangga dan tabah dalam kekalahan.
Tetap jujur dan rendah hati dalam kemenangan.
Bentuklah putraku menjadi manusia yang berhasrat mewujudkan cita-citanya
dan tidak hanya tenggelam dalam angan-angannya semata.
Seorang putra yang sadar bahwa mengenal Engkau dan dirinya sendiri adalah landasan ilmu pengetahuan.
Tuhanku, aku mohon janganlah pimpin putraku dijalan yang mudah dan lunak.
Namun, tuntunlah dia dijalan yang penuh hambatan dan godaan, kesulitan dan tantangan.
Biarkan putraku belajar untuk tetap berdiri ditengah badai dan senantiasa belajar untuk mengasihi mereka yang tidak berdaya.
Ajarilah dia berhati tulus dan bercita-cita tinggi,
Sanggup memimpin dirinya sendiri sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain.
Berikanlah hamba seorang putra yang mengerti makna tawa ceria tanpa melupakan makna tangis duka.
Putra yang berhasrat untuk menggapai masa depan yang cerah namun tak pernah melupakan masa lampau.
Dan, setelah semua menjadi miliknya, berikanlah dia cukup rasa humor sehingga ia dapat bersikap bersungguh-sungguh namun tetap mempu menikmati hidupnya.
Tuhanku, berikanlah ia kerendahan hati agar dia ingat kederhanaan dan keagungan yang hakiki.
Pada sumber kearifan, kelemahlembutan dan kekuatan yang sempurna.
Dan, pada akhirnya bila semua itu terwujud, hamba, ayahnya dengan berani berkata "hidupku tidaklah sia-sia".
Setelah lama gak ngepos, dinas malam hari ini dapat artikel tentang puisi Jendral.
Langsung berasa ada energi yang bangkit setelah baca puisi ini.
A Father's Prayer
by General Douglas MacArthur
Tuhanku, bentuklah putraku menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahui kelemahannya
dan berani menghadapi dirinya sendiri saat dalam ketakutan.
Manusia yang bangga dan tabah dalam kekalahan.
Tetap jujur dan rendah hati dalam kemenangan.
Bentuklah putraku menjadi manusia yang berhasrat mewujudkan cita-citanya
dan tidak hanya tenggelam dalam angan-angannya semata.
Seorang putra yang sadar bahwa mengenal Engkau dan dirinya sendiri adalah landasan ilmu pengetahuan.
Tuhanku, aku mohon janganlah pimpin putraku dijalan yang mudah dan lunak.
Namun, tuntunlah dia dijalan yang penuh hambatan dan godaan, kesulitan dan tantangan.
Biarkan putraku belajar untuk tetap berdiri ditengah badai dan senantiasa belajar untuk mengasihi mereka yang tidak berdaya.
Ajarilah dia berhati tulus dan bercita-cita tinggi,
Sanggup memimpin dirinya sendiri sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain.
Berikanlah hamba seorang putra yang mengerti makna tawa ceria tanpa melupakan makna tangis duka.
Putra yang berhasrat untuk menggapai masa depan yang cerah namun tak pernah melupakan masa lampau.
Dan, setelah semua menjadi miliknya, berikanlah dia cukup rasa humor sehingga ia dapat bersikap bersungguh-sungguh namun tetap mempu menikmati hidupnya.
Tuhanku, berikanlah ia kerendahan hati agar dia ingat kederhanaan dan keagungan yang hakiki.
Pada sumber kearifan, kelemahlembutan dan kekuatan yang sempurna.
Dan, pada akhirnya bila semua itu terwujud, hamba, ayahnya dengan berani berkata "hidupku tidaklah sia-sia".
